Puisi Perjuangan

Kemerdekaan memang sudah didapatkan oleh bangsa kita melalui Perjuangan para Pahlawan kita yang mempertaruhkan darah, Jiwa dan raganya untuk bangsa kita, dan saatnya kita mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan menghormati para Pahlwan kita yang membuat hidup kita terlepas dari sebuah penjajahan, Terimaksih para para pahlawan kita yang telah merebut kemerdekaan bangsa ini dari para penjajah, kami hanya bisa mengisi kemerdekaan ini dalam bentuk sebuah Sajak atau Puisi untuk mengenang jasa-jasamu dan berikut ini adalah Kumpulan Puisi Perjuangan yang anda bisa Baca.

PAHLAWAN SEJATI
Oleh Ka Faisal

Kepala ku pontang-panting
di atas darah perjuangan
darah ku mendidih
kepalan sukmaku

Wahai alam yang tak bernyawa
wahai raga yang tak bernyawa
aku anak indonesia
merdeka!!! merdek!!!

Ibu pertiwi mengenang pahlawan sejati
mereka yang berjuang di ujung bambu runcing
tumpuk darah butuh pejuang sejati

GOOD LUCK!!!

 

PAHLAWANKU

PAHLAWANKU
Puisi Nindita Kusumawati

Oh Pahlawanku
Kau sangat berjasa dan setia pada negeri ini
Kau telah pertaruhkan jiwa ragamu
Demi Indonesia ini
Sampai titik darah penghabisanmu
Lihatlah oh Pahlawanku
Perjuanganmu tak ternilai harganya
Tak peduli darahmu terus mengalir
Karena kau tak tega
Melihat beribu pasang mata
Yang tersiksa dan menderita

Semangatmu tak mengenal putus asa
Tak hanya setinggi tiang
Bendera merah putih saja
Merahnya menggambarkan semangat
Yang terus membara
Putihnya menunjukkan hati
Yang bersih nan suci
Bagaikan sutra putih yang lembut dan wangi

Tapi sekarang kau telah gugur
Dalam medan perang
Namun semangatmu tuk merdeka tak pernah hilang
Sayang beribu kali sayang
Engkau yang dulu berjuang
Kini telah tiada
Ku harap kau bisa tenang di atas sana
Kini hanyalah doa
Yang bisa ku beri untukmu
Sekali lagi terima kasih Pahlawanku
Advertisement

 

Untuk Ibu Pertiwi

Untuk Ibu Pertiwi

Bukit-bukit di negeriku ini tenggelam oleh darah dan air mata
Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?
Untuk masyarakatnya yang sengsara?
Apa pula gunanya keluh kesah
Seorang penyair yang sedang tidak dirumah?
Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,
Aku akan berkata “Mati dalam perjuganan lebih mulia dari hidup dalam penindasan”
Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak
Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,
Dan penderitaan adalah tanah air mereka

Ingatlah saudaraku,
Bahwa syiling yang kau jatuhkan
Ke telapak tangan yang menghulur dihadapanmu,
Adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan
Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.                                                      karya Kahlil Gibran

 

Kemerdekaan

Kemerdekaan

Sauh riuh lantang bergema
Titik akhir hilirnya asa
Gema menyusup ke nadi-nadi
Menggenggam asa baru, lahirnya sebuah negeri

Terperanjak haru tulang belulang
Meski jauh di dalam bumi yang ayu
Hai anak dan cucu-cucuku
Kini aku tak merasa menjadi sia

Bukan apa atau apa yang di pinta
Pernah lebih dulu sebenarnya aku ada
Melayang tak tampak putih bak berkabut
Ku kawal hingga akhir lantangnya engkau bergema

Kan kembali aku dalam saf-safku
Meski tak tentu mana pangkal dan ujungku
Tenang kembali dalam bumi ayuku
Tebar bunga dan do’a menjadi piagamku


Karya: Adhi Jaka Wahana

 

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”

Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.

1966

 

Nusantara Merdeka

Nusantara Merdeka

syukur……..
kupanjatkan padamu tuhan
terimakasih….
kuucapkan padamu pahlawan negeri

berkatmu…..
negera merdeka
bebas dari para penjajah
yang ingin membumihanguskan indonesia

kau berjuan dengan jiwa dan raga
menyerukan kata-kata penuh semangat
berjuang hanya denagan sebatang bambu
namun bukan sembarang bambu yang diraut runcing

inilah….
semangat patriotisme
bersatu padu mengusir penjajah
demi berkibarnya sang merah putih

kau pergi menelusuri pelosok negeri
relakan nyawa dan kehidupan didunia
demi berdirinya sang garuda

kini kau telah tiada
namun perjuanganmu tak telupakan
kini kau tenang dialam sana
kamilah yang akan melanjutkan cita-cita sucimu

semangat bagai kobaran api
selaluu ada dihati penerusmu
saat kau kembali kepangkuannya
kau bawa sejuta kebanggaan di hati

 

Sang Penyair

Sang Penyair

Memang hanya sebuah abjad
Yang disusun menjadi sebuah kata, menjadi kalimat
Namun bila di ilhami
Terkadang kan menjadi motivasi dalam hidup ini

Bukan hanya sekedar tuk dibaca
Coba mengerti maksud dan maknanya
Bertanyalah kamu dalam dirimu
Bukalah hati, kau kan mengerti

Hembus nafas seorang penyair
Duduk termenung dalam berpikir
Merangkai kata yang tak bermakna
Menjadi lebih dari apa yang tidak diketahui mereka

Pandangan kosong seorang penyair
Membuka hayal menembus asa
Bukan sekedar halusinasi yang tak berarti
Lepasan jiwa yang menerawang ke titi-titi

Awan pikir seorang penyair
Menembus tebalnya awan nan bukan awan
Dingin sejuk bagaikan kabut
Namun itu jua, bukanlah kabut

Tiap khayal dan lamunannya di ikuti pena
Tak sedikit kata yang bermakna tersembunyi darinya
Hanya terhenti, ketika Ia…
Digenggam nyawanya dalam lelapnya tidur oleh yang kuasa

Karya: Adhi Jaka Wahana

 

Kata-kata Penulis:
Betapa bahagianya para pejuang yang tlah gugur demi mencapai kemerdekaan yang kini tlah kita raih, dan kewajiban kita untuk melanjutkan perjuangan membangun negara.

Semoga puisi-puisi ini bermanfaat bagi para pembaca….

Diambil dari berbagai surber…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s